Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) dan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDik) melakukan diskusi dalam Ruang Publik edisi 13. Kegiatan ini diadakan secara daring melalui Zoom meeting (4/4/2022)

Kali ini menghadirkan DR. Shanti Riskayani, SKM., M.Kes, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan Nur Syarif Ramadhan, Ketua Yayasan PerDik dengan moderator Alfiana, Peneliti LSKP.
Acara didahului dengan pemaparan dari Shanti Riskayani yang menggambarkan bahwa vaksin itu kewajiban seluruh masyarakat. Shanti mengatakan bahwa selain vaksin, protokol kesehatan tetap menjadi hal penting yang mesti kita lakukan”. Vaksin bukan karena menjadi aturan naik pesawat. Tapi Vaksin itu menjadi tentara penjaga imun tubuh kita. tutur Shanti yang aktif di bidang AIDS juga.
Selain itu, difabel seringkali menjadi korban diskriminasi. Nur Syarif, mendeskripsikan bahwa difabel sering tidak tersosialisasikan untuk vaksin. Syarif mengajak, kalau ada keluarga, sahabat atau tetangga dari difabel yang belum divaksin maka tugas kita untuk mengajaknya agar vaksin.
“Di Makassar, masih ada difabel yang belum divaksin apalagi di daerah” tutup Ketua PerDik.
Vaksin pertama, kedua ditambah Booster menjadi aturan pemerintah saat mudik tahun ini. Tujuannya agar terus menjaga imun masyarakat agar terhindar dari Covid-19. LSKP dan PerDik terus mengkampanyekan agar vaksin dan booster terus digalakkan oleh pemerintah dan swasta secara masif dan inklusif.
- February 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- August 2025
- February 2025
- January 2025
- September 2024
- July 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- October 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- October 2022
- August 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- August 2021
- April 2021
- February 2021
