MAKASSAR – Menghadapi tantangan intoleransi, kekerasan berbasis identitas, serta masih terbatasnya ruang dialog yang aman, Aliansi Perdamaian sukses menggelar kegiatan Kelas Tumbuh Bersama dalam Kapasitas Jejaring Perdamaian pada Sabtu, 6 Juni 2026. Mengangkat tema besar “Facilitating for Change”, kegiatan yang bertempat di Kita Bhinneka Tunggal Ika (KBTI) ini menjadi wadah konsolidasi penting bagi puluhan organisasi dan komunitas di Kota Makassar.
Di antara berbagai elemen yang hadir, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) menunjukkan keterlibatan aktifnya sebagai salah satu lembaga utama penerima manfaat sekaligus motor penggerak dalam jejaring ini. Kehadiran LSKP yang diwakili M. Kafrawy Saenong, mempertegas komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada isu kebijakan publik, tetapi juga mengintegrasikan perspektif perdamaian dan inklusivitas ke dalam penguatan kapasitas masyarakat sipil.
Melalui pendekatan yang partisipatif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman, kelas ini dirancang untuk melahirkan para fasilitator andal yang mampu menggerakkan perubahan di akar rumput. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memfasilitasi perubahan, membangun ruang dialog yang aman dan inklusif, serta memperkuat kerja sama dalam jejaring perdamaian,” ungkap Therry Alghifary, Presidium Aliansi Perdamaian.
Rahmat (floating school) yang hadir sebagai pemateri sharing kepada peserta tentang metode pembelajaran yang interaktif: Pertama, Workshop Reflektif: Ikut serta memetakan praktik baik (best practices) serta mengidentifikasi tantangan sosial-kebijakan yang menghambat perdamaian di Makassar selama setahun terakhir.
Kedua, Diskusi Partisipatif Kelompok: seluruh organisasi secara aktif memberikan sumbangsih pemikiran dalam merumuskan strategi peningkatan kapasitas jejaring yang relevan dengan konteks lokal. Fokusnya adalah menyusun langkah aksi kolektif agar mampu merespons dinamika sosial secara adaptif dan inovatif.
Terakhir, Berbagi Praktik Baik (Knowledge Sharing): para peserta saling bertukar gagasan dan pengalaman dengan lembaga lain guna mendorong proses refleksi kritis sesama pegiat perdamaian.
Kelas “Facilitating for Change” ini merupakan pembuka dari rangkaian panjang yang direncanakan oleh Aliansi Perdamaian. Forum diskusi dan peningkatan kapasitas ini akan dilaksanakan sebanyak 5 kali seri secara bertahap, dengan jadwal forum berikutnya yang akan bergulir pada 11 Juli, 15 Agustus, dan 12 September.
Dengan keterlibatan aktif dari lembaga-lembaga strategis seperti LSKP bersama puluhan komunitas lainnya—termasuk kelompok pemuda, akademisi, organisasi perempuan, hingga jurnalis—diharapkan gerakan perdamaian di Kota Makassar tumbuh menjadi lebih terstruktur, solid, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
