Makassar, 7 Oktober 2026 – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia mengadakan pertemuan penjajakan kerja sama dengan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) di kantor LSKP pada 7 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama kedua lembaga dalam Proyek Partisipasi (The Indonesia Democratic Participation Program).
Partisipasi adalah inisiatif yang didanai Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Program ini mendukung partisipasi demokrasi, ketahanan demokrasi, dan tata kelola yang inklusif di Indonesia. Fokusnya mencakup integritas pemilu, keterlibatan parlemen, partisipasi dan edukasi sipil, media independen dan berkualitas, serta penanggulangan mis/disinformasi.
Studi Diagnostik tentang Demokrasi Lokal
Dalam program ini, CSIS menginisiasi studi diagnostik tentang praktik dan dinamika demokrasi di tingkat lokal. Studi ini dilatarbelakangi tantangan demokrasi Indonesia, antara lain melemahnya lembaga antikorupsi, menyempitnya ruang kebebasan sipil, melemahnya checks and balances, dan keterlibatan aparat keamanan dalam ranah sipil.
Universitas dan think tank dinilai memiliki modal intelektual, jejaring, dan legitimasi publik untuk memperkuat ekosistem demokrasi. Namun, kajian yang memotret peran, strategi, dan tantangan mereka masih sangat terbatas. Studi ini dirancang untuk mengisi kekosongan tersebut.
Dalam kerja sama ini, LSKP akan menjadi mitra daerah CSIS di Sulawesi Selatan. Kerja sama ini diharapkan menghasilkan basis pengetahuan kontekstual untuk merumuskan strategi dan intervensi yang tepat dalam memperkuat ketahanan demokrasi. Kemudian, Hasil studi akan didiseminasikan kepada lembaga think tank dan universitas di tiga wilayah kajian yaitu Aceh, Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.
