LSKP Resmi Bekerja Sama dengan UNHCR untuk Memperkuat Peluang Penghidupan bagi Pengungsi di Makassar

LSKP Resmi Bekerja Sama dengan UNHCR untuk Memperkuat Peluang Penghidupan bagi Pengungsi di Makassar Next item Gelombang Panas Intai...

Makassar, 1 Oktober 2026, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) resmi bekerja sama dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia sebagai Service Provider dalam penyusunan Livelihood Implementation Design for Refugees in Makassar.

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan pendekatan penghidupan (livelihood) yang lebih terarah, inklusif, dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pengungsi di Kota Makassar.

Melalui kerja sama ini, LSKP akan menyusun desain implementasi program penghidupan yang komprehensif dan operasional. Desain tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi yang membantu pengungsi memperoleh akses yang lebih baik terhadap peluang penghidupan, pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas, serta peluang untuk membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi sesuai dengan konteks lokal.

Bagi pengungsi di Makassar, pendekatan livelihood yang dirancang secara tepat diharapkan dapat membuka jalan menuju kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kapasitas yang dimiliki, mengenali potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, serta membangun koneksi dengan berbagai pihak dan peluang ekonomi yang tersedia secara aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain aspek ekonomi, desain program ini juga diharapkan memperkuat kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan pengungsi untuk berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial dan ekonomi di lingkungan tempat mereka tinggal. Dengan demikian, pengembangan livelihood tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan pendapatan, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan kapasitas dan ketahanan pengungsi.

Bagi LSKP, kerja sama dengan UNHCR merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kontribusi masyarakat sipil dalam pengembangan kebijakan dan program yang berbasis bukti. LSKP berkomitmen untuk menghadirkan kajian dan desain program yang tidak hanya relevan secara kebijakan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara UNHCR, LSKP, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas pengungsi, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem penghidupan yang lebih inklusif di Makassar.

Pada akhirnya, penyusunan Livelihood Implementation Design for Refugees in Makassar ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengungsi agar memiliki lebih banyak pilihan, kapasitas, dan peluang untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan positif antara komunitas pengungsi dan masyarakat lokal.