Makassar – Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) turut ambil bagian dalam pertemuan konsolidasi perdamaian di Makassar, yang diwakili oleh Andi Nurul Amelia dan Syahrul. Pertemuan ini membahas tiga agenda utama: Peace Walk, Ceremonial, dan Peace Conference.
Peace Walk direncanakan pada 20 September dengan tema “WALK FOR PEACE, ACT FOR EARTH”. Kegiatan ini merupakan perjalanan refleksi ke sejumlah titik bersejarah, seperti Gereja Katedral (bom bunuh diri 2021), lokasi kekerasan terhadap teman Papua di Makassar, serta peristiwa kerusuhan rasial 1998. Puncaknya adalah aksi menuangkan eco-enzyme di kanal.
Ceremonial digelar 21 September malam dengan konsep storytelling. Sebanyak 7-8 pegiat perdamaian akan berbagi kisah, diselingi pertunjukan seni budaya. Tempat masih dalam finalisasi.
Peace Conference dijadwalkan 26 September di UNHAS, dengan target menghadirkan Jusuf Kalla sebagai pembicara. Ada peluang kolaborasi dengan Program Bakti yang dapat memberikan dukungan pendanaan, dengan syarat menyertakan kampanye isu inklusif dalam rangkaian kegiatan.
Ke depan, tim akan membentuk grup diskusi teknis, berkoordinasi dengan mitra Papua, serta menjajaki opsi menghubungi Jusuf Kalla. Pertemuan lanjutan untuk mematangkan konsep akan dilaksanakan setelah sesi sharing di LSKP pada 12 September.
Melalui keterlibatan ini, LSKP berkomitmen mendorong ruang publik yang aman dan inklusif di Makassar, serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan pengambil kebijakan demi perdamaian berkelanjutan.
